Bebas Panas dan Hujan, Ini 7 Jenis Material untuk Atap Rumah

On 2025-02-28, in Info, by editor

Atap merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah rumah. Fungsi utamanya adalah untuk melindungi dari terik matahari, mengurangi tampias di saat hujan, dan mengurangi pergerakan angin yang kerap membawa debu dan kotoran. Intinya, atap menjadi pelindung bagi rumah dan isinya. Karena memiliki fungsi yang krusial, dalam memilih atap pun tak bisa sembarangan. Ada banyak bahan material atap yang bisa Anda pilih agar tepat mendapatkan manfaat dan sesuai dengan kebutuhan. Berikut ada 7 jenis atap rumah yang direkomendasikan Prospeku, aplikasi jual beli rumah, yang bisa Anda ketahui:

Genteng tanah liat

Jenis atap rumah ini sangat cocok untuk rumah di Indonesia yang memiliki iklim tropis. Selain terkenal karena ketahanannya, genteng jenis ini juga bisa membawa hawa dingin di saat matahari bersinar teri. Kelebihan inilah yang bisa membuat Anda nyaman bila memilih genteng untuk atap rumah. Di balik keunggulannya, genteng tanah liat juga memiliki kekurangan yaitu mudah ditumbuhi lumut. Selain itu juga bisa rawan bocor bila genteng tidak disusun dengan rapi.

Atap rumah kanopi

Meski bukan bagian inti dari sebuah rumah, namun atap kanopi juga dibutuhkan pemilik rumah untuk melindungi bagian carport atau teras rumah. Fungsinya pun sama dengan jenis atap rumah lain yaitu melindungi area rumah dari panas dan hujan. Kanopi ini fungsinya untuk menahan panas maupun hujan di teras rumah Anda. Selain itu kehadiran kanopi pun bisa menambah estetika hunian Anda, karena bisa disesuaikan dengan selera tuan rumah.

Asbes

Selain genteng tanah liat, jenis atap rumah ini juga banyak dipilih masyarakat Indonesia. Bentuknya yang lembarana tipis dan bergelombang tersedia dalam berbagai macam ukuran. Selain itu, asbes termasuk material yang mudah dibersihkan dan enteng. Hanya saja, asbes memiliki kekurangan dimana material ini malah menyerap panas ke dalam rumah di saat matahari bersinar terik. Jadi, bila Anda tidak tahan dengan hawa panas di dalam rumah, sebaiknya tidak memilih asbes sebagai atap pelindung.

Beton cor

Umumnya rumah yang memakai atap beton disediakan untuk bangunan lebih dari satu lantai. Jenis atap ini merupakan penerapan konstruksi beton sebagai pelindung rumah. Anda bisa memanfaatkan atap beton cor ini sebagai tempat jemuran atau bahkan rooftop teras atas untuk melepas lelah. Bagi Anda yang berjiwa minimalis, jenis atap ini sangat cocok diterapkan di rumah. Karena Anda tidak perlu membongkar genteng bocor saat hujan.

Seng

Meski terlihat sederhana, namun material ini termasuk mahal. Karenanya sangat jarang orang menggunakan seng untuk atap sebuah hunian. Selain itu bahannya yang tipis sangat rentan dengan benda yang menimpanya hingga menimbulkan suara berisik, terlebih di saat hujan.

Atap galvalum

Material ini sangat cocok untuk hunian Anda yang berkonsep modern. Galvalum merupakan material yang ringan dan juga fleksibel. Tetapi untuk kekurangannya, atap Galvalum akan membuat ruangan terasa panas ketika matahari sedang terik dan akan mengeluarkan suara bising ketika hujan lebat, sama seperti seng.

 

Atap kaca

Belakangan atap kaca menjadi tren untuk menampilkan rumah yang minimalis dan modern. Bila dulu umumnya orang menggunakan atap kaca untuk kanopi atau atap teras, kini banyak orang memilih atap kaca untuk menghemat listrik di saat siang hari.

Selain itu, atap kaca juga bisa membuat efek dramatis di dalam rumah bila saat senja tiba. Kalau tidak percaya, Anda bisa mencobanya.

Clearance PromotionBuy NowSpecial DiscountPromo Decra
Order Now Informasi tehnik Join Us